Categories
Business

Messi Tetap di Liga Lain: Faktor yang Membuat Lamine Yamal Masih Belum Setara

Louis Saha Ragukan Lamine Yamal Bisa Lampaui Messi, Ini Analisis Lengkapnya

Mantan striker Manchester United, Louis Saha, melontarkan penilaian yang menggelitik ruang diskusi sepak bola Eropa. Ia menyebut bahwa Lamine Yamal—salah satu talenta paling terang milik Barcelona saat ini—tidak akan mampu melampaui level ikon sepak bola dunia, Lionel Messi. Bukan karena kemampuan teknis semata, tetapi karena faktor mentalitas dan obsesi terhadap sepak bola yang menurutnya belum sekuat para legenda.

Saha menilai Yamal memiliki potensi besar, tetapi tidak menunjukkan intensitas total seperti Cristiano Ronaldo, sosok yang dikenal obsesif terhadap kesempurnaan. Dalam pandangan Saha, perbedaan pola pikir inilah yang bisa menjadi jurang antara “bintang besar” dan “bintang abadi”.

Performa Stabil, Namun Sorotan Negatif Mulai Muncul

Dalam beberapa bulan terakhir, Yamal tetap mencatat kontribusi gol dan assist yang konsisten. Namun para analis melihat adanya penurunan halus dalam pengaruhnya di lapangan. Sentuhannya masih memukau, tetapi auranya tidak lagi seintens musim sebelumnya.

Di luar lapangan, sorotan juga mulai mengarah ke perilaku yang dinilai kurang bijak untuk pemain seusianya. Mulai dari pesta ulang tahun yang terlalu heboh, hingga komentar kontroversial soal Real Madrid—semuanya membuat namanya lebih sering muncul dengan nuansa kurang menyenangkan.

Situasi ini makin mengundang kritik setelah performanya dianggap tidak maksimal dalam beberapa laga besar, termasuk kekalahan Barcelona dari Chelsea di Stamford Bridge, di mana Yamal dinilai gagal memberikan dampak yang signifikan.

Gangguan Fisik Ikut Memengaruhi Ritme

Selain tekanan mental dan ekspektasi yang terus menumpuk, Yamal juga tengah dihantam masalah pubalgia, cedera yang kerap mengganggu fleksibilitas dan eksplosivitas pemain muda. Ritmenya terganggu, dan fisiknya tidak lagi seprima sebelumnya.

Kondisi ini membuat performanya naik turun, dan membuka ruang bagi kritik untuk berdatangan lebih deras.

Peringatan Keras dari Saha

Melihat situasi tersebut, Louis Saha memberikan peringatan yang tegas. Menurutnya, Yamal berada di persimpangan penting dalam kariernya—antara berkembang menjadi legenda, atau terseret ke jalur yang melemahkan potensinya.

Saha menekankan bahwa bakat saja tidak cukup. Tanpa fokus, kedisiplinan, dan ambisi yang membara, kemampuan teknis Yamal bisa tergerus tekanan dan distraksi.

Bisakah Yamal Membangun Kembali Fokusnya?

Meski kritik datang dari berbagai arah, banyak pihak percaya usia Yamal yang masih sangat muda memberi ruang besar untuk bertumbuh. Barcelona dan tim pelatih diyakini memiliki peran penting dalam mengarahkannya agar tidak kehilangan momentum perkembangan.

Talenta besar ini tetap memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi bintang generasi baru. Namun apakah ia bisa benar-benar mendekati atau bahkan melewati Messi? Pertanyaan itu kini menggantung di udara, sementara dunia sepak bola menunggu langkah Yamal berikutnya.